RIAUSKY.COM - Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Efriza Yuniar alias Yuyun (50), guru SD 11 Muara Telang, Desa Marga Rahayu, Kecamatan Muara Telang, Banyuasin.
Pelakunya adalah A (18), tersangka langsung diamankan di Polsek Muara Telang dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Polisi juga mengamankan 2 unit Hp milik korban dalam saku celana pelaku.
Korban dihabisi di rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah, Kamis (9/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.
Yang lebih mengejutkan, menurut Kapolsek Muara Telang, Iptu Gunawan Saheri rumah pelaku tak jauh dari rumah korban.
“Pelaku adalah mantan anak murid korban saat masih duduk di SD,” terangnya, seperti dikutip dari Sumeks.co.
Pelaku juga mengakui aksi nekat dan sadisnya itu dikakukan seorang diri.
“Pelaku mengakui semua, tapi masih diperiksa lagi. Saat beraksi pelaku sendirian,” kata Kapolsek.
Sebelumnya diberitakan kalau korban Efriza Yuniar alias Yuyun (50), guru SD 11 Muara Telang, Desa Marga Rahayu, Kecamatan Muara Telang, Banyuasin, yang ditemukan tewas di rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah, Kamis (9/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban sendiri ditemukan tewas dengan posisi tanpa busa, tangan diikat, dan dimasukkan dalam ember plastik. Juga ditemukan bercak cairan yang diduga sperma di tubuh korban.
“Identifikasi sementara sperma. Dugaan diperkosa dan kemudian dibunuh, namun kita mendalami motif-motif lain,” ungkap Ginanjar.
Korban yang juga penjaga pustaka sekolah ini diketahui seorang janda dan tinggal seorang diri sejak 10 tahun.
Sebelum ditemukan, korban sempat dicari oleh salah satu rekannya karena kunci sekolah dipegang oleh korban. Keberadaan korban sempat ditanyakan kepada Haris, kepala tukang rumah dinas guru SD.
Lalu kunci rumah korban ditemukan tersimpan di laci meja di depan rumah korban. Sekitar pukul 09.00 WIB, rekan-rekan korban masuk ke dalam rumah yang bersampingan dengan sekolah. “Kami cek di kamar dan dapur tidak ada. Lalu kami kembali ke sekolah kembali bekerja,”terang Haris.
Awalnya dia dan rekan korban lainnya tidak curiga, karena keadaan dalam rumah korban tidak ada yang berantakan. Karena penasaran, sekitar pukul 10.00 WIB kembali mengecek ke dalam rumah hingga ke dalam kamar mandi dan melihat ada sesuatu mencurigakan di dalam ember plastik ukuran besar.
Setelah ember dipegang, saksi yang melihat tubuh korban langsung menjerit sekeras-kerasnya. Posisi kepala korban berada di bagian bawah, kondisi telanjang dengan dibungkus seprai, tangan diikat, dan ditutup pakai karpet yang terikat tali rapia.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib dan aparat desa setempat. (R03)
Sumber: Sumeks.co